Yogyakarta sebagai salah satu kota wisata yang ada di Indonesia menarik banyak minat wisatawan lokal maupun asing. Peluang ini, tidak disia-siakan oleh pengurus masjid Jogokariyan untuk membuat penginapan dengan program masjid mandiri. “ Kota jogja yang menjadi salah satu pusat wisata Indonesia. Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh pengurus masjid Jogokariyan untuk membuat penginapan masjid yang ada di lantai 3”, kata Ust. Muhammad Jazir. ASP ( Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan).
Pembiayaan pembangunan masjid, awalnya dihimpun dari jama’ah masjid. Kesempatan yang diberikan oleh masjid Jogokariyan untuk berwakaf disambut antusias. “Ketika kami buka penghimpunan dana untuk wakaf kamar penginapan masjid, ada sekitar 30 pewakif yang siap berwakaf. Namun hanya 13 kamar saja yang siap untuk dibangun”, tambahnya.
selain itu, hasil wakaf produktif Jogokariyan berhasil melebarkan sayap ke ranah industri, dengan membuat pabrik dan toko roti.
Wakaf produktif yang dikelola dan dikembangkan, mulai berkolaborasi pada ranah pendidikan. Dengan memberikan kesempatan para peneliti dari kampus untuk meneliti wakaf produktif yang sudah berjalan di masjid Jogokariyan. “Hasil wakaf produktif masjid Jogokariyan menjadi sumber penelitian disertasi mahasiswa UIN Sunan kaliJaga. Dengan judul disertasi: Wakaf Produksi Jogokaryan sebagai wakaf progresif”, tutup Ust. Muhammad Jazir.
Pada kegiatan ini, para peserta antusias bertanya mengenai metode dan strategi untuk memulai serta memantik kesadaran masyarakat sekitar. Kisah Inspiratif dari masjid Jogokariyan Yogyakarta ini, bisa menjadi bukti dan pemantik bahwa hasil wakaf produktif dapat bergerak ke berbagai sektor. Selain itu, masjid-masjid yang berdiri bukan sebagai beban berat bagi masyarakat, namun dapat memberikan aksi kebermanfaatan untuk kesejahteraan sosial.