
Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) mendorong optimalisasi peran wakaf sebagai salah satu solusi ekonomi bagi masyarakat. Wakaf kini tak hanya identik dengan lahan makam atau masjid, tapi juga mulai dimanfaatkan untuk pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan UMKM.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Prof Waryono Abdul Ghafur, mengatakan bahwa pengelolaan wakaf harus lebih produktif.
“Wakaf harus memberikan dampak nyata. Salah satunya melalui wakaf uang dan skema Cash Waqf Linked Deposit,” kata Waryono di Jakarta, Senin (22/9/2025).
Skema itu, kata dia, bisa digunakan untuk membiayai rehabilitasi madrasah atau mendukung pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren. Kemenag juga melibatkan berbagai nazhir dan lembaga keuangan syariah untuk memastikan pengelolaan wakaf berjalan profesional.
Menurut Waryono, wakaf uang punya potensi besar jika dikelola secara kolektif. Ia menyebutkan tren partisipasi masyarakat, khususnya kelas menengah muslim, dalam wakaf uang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.